Kisah Si Pemulung Sampah dan Seorang Pemuda
Di sudut kota Sihanoukville yang ramai, di antara hiruk pikuk kendaraan dan tumpukan sampah yang menggunung, hiduplah seorang pemulung tua bernama Pak Tua Sen. Keriput di wajahnya menceritakan kisah panjang perjuangan hidup, dan matanya yang sayu menyimpan sejuta harapan yang tak pernah pudar. Setiap hari, dengan gerobak bututnya, ia menyusuri jalanan, memungut botol plastik dan kardus bekas untuk sekadar menyambung hidup. Suatu sore yang terik, saat Pak Tua Sen sedang memilah sampah di dekat pasar Phsar Leu, seorang pemuda berpakaian rapi menghampirinya. Pemuda itu bernama Rith, seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian tentang kondisi sosial masyarakat kelas bawah. Rith memperhatikan Pak Tua Sen dengan rasa iba. Tangannya yang kasar dan penuh luka tampak begitu cekatan memilah sampah. Peluh membasahi wajahnya yang legam. Rith memberanikan diri menyapa. "Selamat sore, Pak Tua," sapa Rith dengan sopan. Pak Tua Sen mendongak, mengerutkan kening melihat ...